Kalau ngomongin tentang Walur, banyak sejarah yang tercatat di tempat ini. Mulai dari saya awal menginjakkan kaki di Krui yang gak bisa sama sekali berenang, Walur lah tempat saya belajar bersahabat dengan samudera, berani mengapungkan diri di kedalaman laut, sampe akhirnya sekarang bertempat singgah disini. Walur bisa dibilang salah satu tempat yang eksotis di Pesisir Barat, Lampung. Selain pantainya yang bersih dan masih alami, lautnya yang terbilang cukup aman untuk berenang karena jauh dari ombak pecah. Dan yang lebih menariknya adalah Walur punya spot khusus yang bisa dijadikan tempat snorkeling. Kalau kasian berapa di pusat kota Krui, ikutin aja jalan pantai yang ada di depan Pantai Labuhan Jukung, gak bakal nyasar kok. Atau tinggal cari aja di aplikasi maps kalian, pasti bakal ketemu.
| Spot snorkeling terlihat dari kejauhan seperti jalur aliran sungai |
Pantai Lentera Walur, biasa orang lokal menyebutnya, karena berdekatan dengan bangunan yang sepertinya itu mersucuar, ntah masih berfungsi atau nggk. Atau kebanyakan nelayan menyebutnya sebagai Sawang Walur, tempat keluar masuknya kapal nelayan karena kedalamannya cukup aman menjadi jalur kapal menuju laut lepas.
Sudah sejak tahun 2015 lalu, saya dan teman-teman mengenal tempat ini. Awalnya yang hanya sekedar iseng-iseng mandi laut dan menghabiskan waktu sore, lama kelamaan nyobain snorkeling dan ternyata memang menarik untuk dilihat pemandangan bawah lautnya. Teman-teman yang lain mulai beli alat snorkeling, bahkan sampe kepikiran pengen buat media tanam terumbu karang, tapi akhirnya urung karena kondisi yang tidak memungkinkan.
| Dokumentasi selfie tahun 2015 |
Tidak setiap waktu keindahan bawah lautnya Pantai Walur ini bisa dinikmati. Ada waktu-waktu tertentu yang harus dipahami dan diperhatikan. Meskipun ombak pecahnya jauh dari pantai, tapi saat laut sedang pasang dan anginnya kencang, arus lautnya bisa jadi membahayakan. Untuk mencoba snorkeling di Walur, sebaiknya tahu kondisi dulu dan pahami kapan waktunya laut surut. Atau bisa coba unduh aplikasi yang biasa dipakai untuk mengetahui pasang surut laut. Belajar dari pengalaman sih, snorkeling di saat air pasang hanya akan membuat perut mual karena terombang ambing gelombang dan lebih berbahayanya lagi kebawa air ke tengah laut, hiiiii
Meskipun tidak seindah di Pulau Pahawang atau Tegal Mas dan tempat-tempat lain yang lebih dahulu terkenal dengan snorkelingnya, tapi banyak hal-hal menarik yang bisa ditemui di Walur. Seperti Lion Fish atau Ikan Singa yang cantik tapi beracun di bagian sirip dada dan punggungnya berbentuk seperti kipas, sering bersembunyi di bawah karang besar. Ikan yang sering juga disebut ikan lempu ini, saya sendiri baru ketemu pertama kalinya di Walur. Terkadang ada segerombolan ikan kecil yang berenang bersama, ntah itu ikan apa tapi ratusan atu mungkin bahkan ribuan.
Ada juga beberapa spot ada anemon, sebagai tempat bermainnya ikan-ikan lucu, yang paling suka di ajak berfoto. Ikan hitam bertotol putih yang bentuknya mirip dengan ikan badut, ntah salah satu spesies nemo atau bukan, sering saya sebut nemo item. Yah, sesekali nyelem di kedalaman, ada beberapa kayu bonggolan yang tenggelam dan bisa dilewati selah-selahnya. Sesekali ngambang-ngambang gitu aja sambil liatin ikan mondar-mandir, udah bisa jadi obat cuci mata.
Gak cuma snorkeling ya, yang pasti menikmati sunset di Walur juga juara. Tapi kayaknya, pantai sepanjang Pesisir Barat ini sunsetnya juara semua deh. Selamat menikmati alam Krui ya, jangan lupa jaga keindahan dan kelestarian alamnya agar tetap bisa dinikmati ank cucu kita kelak.
| Selfie dulu boleh dong, setelah lelah berenang kesana kemari |
| Mandi laut sambil menikmati matahari tenggelam |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar